Tapi nahasnya,
Kau selalu saja pintar tuk berkata, seolah semua buaian kalimatmu adalah nasehat dan petuah bak suara seorang raja dalam singgahsana, hingga ahirnya menyurutkan segala fikiran yang dangkal tuk kembali bersemi.
Namun lagi lagi, egomu terus kembali bersua, hingga ahirnya hati benar benar lelah untuk memperbaiki,
Dan biarkan aku berhenti menghintari cerita bersamamu, berhenti mengelilingi jutaan destinasi yang pernah kita harapkan. Andai kau tau saat ini?
Menyapa cerita kita dulu hanyalah berujung dalam puihan sesal dan benci. Tapi tak apa, semoga saja semua tak sepedih menggegam bara api yang harus berjuang tuk melukai diri sendiri.
#linaalee

Komentar
Posting Komentar