Cerita senja dan ayah


"perempuan itu intinya harus selalu taat sama Allah, pemberani boleh tapi harus tetap jaga diri nduk" nasehatnya.

Tangannya merangkul erat pundakku, senyumnya tersungging mengantarkan dalam sejuput kisah bertahun tahun lamanya menuai bersama.


"baru kemarin wes pergi lama, kok ya sekarang pergi jauh lagi nduk" kata katanya mulai berat, nyaris tak terdengar.

Hatinya nampak menuai kepiluan, raganya jelas sekali berat melepas kepergianku kembali, matanya sayup, semakin jelas dan nampak keriput yang melingkari wajah nya yang semakin menua dengan umur.


Wajar, sejak lulus sd aku sudah merantau ke pulau sebrang, dan saat inipun harus melanjutkan kembali ke negeri yang berbeda lagi.




Menerjang kisah lama yang pernah terjadi.

Menyeruak dalam pelukannya yang mampu mengembalikan semangatku kala itu, 


Aku sering berpura pura tidur di kursi, jika selepas berkumpul dengan keluarga, berharap sosok kekar itu datang dan menggendongku ke kamar dan menyibakkan kelambu kamarku, (hehe dan itu selalu menjadi rutinitasku setiap malam)


Aku ingin menyita seluruh memory kisah itu kembali, bercengkrama denganmu dan bertatapan lirih dan manis dengan secangkir teh panas dan mendoan yang sengaja ibu padukan dengan suasana itu.


Bercerita semua kisahku dan sedikit kepuasanku, beliau lagi lagi memujiku, seolah putrinya ini sukses melakukan sesuatu yang luar biasa.

Itulah beliau, sering membuatku bahagia dengan diriku sendiri.



Aku ingin kembali bercumbu dengan nasehat tulus itu.

Sungguh tak ada kata kata yang lebih bijak melebihi semua nasehatnya.


Mencari celah agar bisa leluasa bercerita, merubah kembali isi langit agar tak  terngiang kelabu yang menyelimuti.



Maafkan putrimu,

Yang melulu pergi karena perisai anganku yang masih sangat panjng,

Maafkan putrimu yang masih sering bermanja dan menuai rindu dengan sangaja,

Maafkan putrimu yang sering mengecewakan semua harapanmu.


Namun aku berjanji, akan terus menemani dalam kekuatan doaku, izinkan aku terus berbakti dengan semua kekurangan yang ada.


Andai ada satu doa yang tengah ku tengadakan dan akan terus berlalang 'mengharapkanmu dan ibu selalu dalam kenyamanan dan kebaikan setiap saatnya, dan semoga Tuhan selalu mengangkat derajatmu yang mulia ini'


Al hay as sabi' Cairo 16 maret 2020



Komentar