"Banguuuuuuunn", suara Raisa melepas, menggegerkan hampir setiap isi rumah. Padahal rumah masih gelap, ( pukul 12 kurang)
Tangannya menggerakkan selimut yang ku pakai untuk membungkus dinginnya cuaca 10derajat celcius ini,
Suara lain mengikuti dengan penuh semangat, menertawkanku yang masih saja kelabakan mencari arah penerangan berasal.
Mereka semua tertawa, gelaknya masih sangat jelas, tertawa seraya bernyanyi 'happy bday to you' dengan suara khas serak nyaring namun penuh riang. Wajahku seketika memerah. Entah malu terharu atau cuaca yang terlalu dingin mengumpulkan seluruh keadaan malam ini,
Salah dari mereka melemparkanku jilbab dan memintaku untuk memakainya
"nanti lampunya mati" tawanya lepas, salah satu kating ku membawa cake yang entah sejak kapan dibelinya,
Aku tersenyum bahagia, sekaligus bersyukur mempunyai seisi rumah dan keluarga yang sangat mengharukan.
Wajar saja,
kedatangan kami di kota Cairo ini baru beberapa bulan, tapi gelagat kakak tingkat dan isi rumah seolah memiliki hubungan darah, selalu menghkhawatiri kepergian kami, selaku mahasiswi baru yang tergolong cupu ini,
Mereka menarikku dan meminta untuk berganti ruang, padahal kamarku masih berada di sollah yang sama (sebutan ruang tamu bagi orang mesir) .
Menggiring dan kembali merayakan kue yang sedari tadi coklatnya mengembul menarik perhatian kami para pecinta coklat.
"Make wishes dong" seru sahabatku,
Aku berdoa dan mengaminkan semua doa yang mereka lontarkan sedari tadi. Aku tersenyum bahagia,
Fikiranku melayang jelas, menerobos semua perjuanganku untuk berada di Negeri Misr ini.
#sesuatu di ahir january 2020
Aku masih dibuat takjub dengan sederet hamparan pasir, butiran putih yang akan menjadi satu kisah sekaligus saksi terbaik untuk cerita bertahun tahunku nanti,
pada angin ini aku bertekat kuat, lelahku akan berujung lillah, dan masa depanku akan terus berpatri dengan sebuah ketulusan dan doa dari umi abi serta semua doa terbaiknya untuk kepergianku.
Tidak ada penyesalan yang datang, jika mengingat diumurku sekarang aku baru melanjutkan kembali perjalananku menuntut ilmu yang sempat tertunda bertahun tahun lamanya,
Namun hanya ada satu penyesalan, mengapa waktu dengan cepatnya pergi tanpa permisi dan menyisakan destinasi yang panjang untuk ku selami kembali,
Dalam lajuan kecepatan Bus merk Mercedez Benz, dan suara riuk pada pendatang mahasiswa baru di dalam perjalanan kami dari Aiport Internasional Cairo menuju kota yang akan kami tinggali nanti.
Dan disaat itupula, aku menobatkan sebagai hari bersejarah untuk semua kisahku yang berawal di Negara seribu menara ini.
Sejarah membutikan konkrit, lekuk bumi berpetualang dengan sadisnya, menceritakan perjalanan para Nabi dengan gigihnya hidup dipadang pasir nan tandus ini, menebarkan sebuah kisah yang sangat abadi, mengingatkan dengan kecintaanNya pada kita semua.
Dan dengan Negeri Misr ini aku bersenandung kembali, mencari partikel sparodis untuk kurekatkan, mencari celah cerita secara tuntas dan lebih dalam lagi,
Dengan Negeri ini semangat akan kami padukan, menyala hempasan dengan penuh ketulusan.
Untuk Misr dan lautan ilmu nya
Untuk Misr dan hampaan gunung sinainya
Untuk Misr dan lekuk sungai Nile nya
Untuk Misr dan keindahan hamparan pasirnya
Dengan berserah diri ini, kutitipkan semua cita dan asa yang akan kulajukan dengan doa dan harapan yang masih sangat panjang,
Dan kutitipkan semua kenangan masa lalu untuk tak pergi dari cerita terdahulu,
Semoga saja semuanya terlaksana.
Alhamdulillah alla kulli hal.
Terimakasih semesta.
21 maret 2020, jam 02:27
Al hay assabi
Komentar
Posting Komentar