Kemarin pagi aku sempat terbangun, karena suara bapak tukang sampah berhenti dan ngetuk pintu kerass banget,
Si pemuda yang lagi bawa karung besar banget nungguin sampah untuk diangkut ke bawah gedung rumah kami,
Badannya kumal banget, topinya penuh dengan kotoran dan dan bekas bekas sampah yang mungkin dijadiin sebagai lap keringatnya:(
Biasanya kalau kita kasih plastik sampah dia langsung pergi, karena untuk bayar tukang sampah udah ada jatah bayaran perbulannya dari pemilik aparteman kami.
Tepat jam 8 pagi pemuda itu ngetuk pintu rumah,
Dia teriak dan kasih isyarat untuk minta keluarin sampah dari rumah, akupun menyanggupi dan mengeluarkan tumpukan plastik yang berhari hari mengendap dirumah ini,
Bau nya menyengat, dan belatungnya udah memenuhi sampah, aku menghela nafas, merintih karna mual benar enggak kuat untuk angkut sampah itu,
Sewaktu aku taruh didepan pintu pemuda itu berkata bahwa ia ingin uang 'seikhlasnya' katanya,
Sembari tangannya yang masih menyibakkan plastik penuh sampah tersebut.
Tak lama tetangguku bergemuruh dan berceloteh lama,
"Jangan dikasih, berhari hari dia enggak datang ambil sampah, sampai plastik sampah kita berubah menjadi tempat belatung semua, malah minta uang. Minta uang ke ibu Z saja" (ibu Z adalah panggilan ibu penjaga aparteman kami yang biasa memberikannya uang bulanan sampah)
Suaranya keras sekali, hampir memenuhi isi gedung pagi itu,
Dengan wajah lesu, dan sedikit tersenyum pemuda itu kembali membereskan sampah sampah yang diambil langsung dengan tangannya tanpa perantara plastik atau alat lainnya,
Aku memberi isyarat untuk menunggu sebentar, aku mencari beberapa lembar uang yang bisa aku berikan untuknya.
10 ribu,
Tak akan membuatku kaya dengan uang 10 ribu, jika aku egois dan berat hati memberikan untuk orang yang lebih membutuhkan.
Matanya berbinar merekah, tangannya mengucap syukur dan memuji agar rezekiku selalu mengalir,
Rasanya sungguh tak sebanding, jika dilihat dari kerja kerasnya, menaiki rumah rumah kami sampai atas dan menggendong sekarung sampah besar di punggungnya,
Dipagi buta ketika orang orang terlelap, badannya sudah bercampur baur dengan tumpukan sampah, tangannya selalu mengais plastik plastik berharap mendapatkan sesuatu yang bisa berguna untuknya, keringatnya bersatu dengan menyengatnya sampah yang tidak bertuan.
Lalu, kita kerap sekali memperhitungkan untuk bersedekah dengan orang lain,
Kerap sekali mengsayangkan uang dengan nominal terkecil untuk diberikan pada orang lain,
"5 atau 10 ribu, tidak akan membawamu menjadi kaya" sekali lagi,
Mungkin saja, keluargamu sedang bertambah rezekinya, mendapat kemudahan saat ditimpa masalah, dihadirkan orang orang yang baik disekitar hidup kita.
Mungkin saja itu adalah satu dari doa orang yang pernah kamu bantu,
Mungkin saja itu adalah balasan ketulusan dari sesuatu yang pernah kamu sempatkan untuk menolongnya walaupun tidak harus dengan kaya,
Komentar
Posting Komentar