Dalam hitungan waktu dunia sudah menggema tak bertabu, membalikkan suasana tanpa waktu yang lama, menghentikan seluruh pergerakan isi jagat raya tanpa harus menunggu tahunan abad berlalu.
Pandemi covid-19 merenggut cinta kelas dunia, pandemi covid-19 merayakan sepi diatas isak tangis manusia yang terus mengais tawa, pandemi covid-19 menyulap garis waktu menjadi bibir yang tersudut melulu.
Lalu bagaimana dengan kabar Palestina, syiria dan sekitarnya?
Apa kamu sudah lupa?
Tangisnya masih memelas, teriakannya masih memenuhi rongga kemuliaan, kesengsaraannya masih terkikis oleh para zionis bengis, melemparkan sisa 2 bahagia keatas milyaran galaxy bintang tanpa pertemuan,
Untuk sekedar makan mereka harus menunggu bantuan tangan datang, atau memilih menahan rasa dahaga dan laparnya dengan berpuasa, walaupun masih belum tahu dengan apa nanti mereka berbuka,
Apa msih pantas kita terus mnegeluh? Sedangkan Kita masih bisa menggelut kebhagiaan ditengah pandemi, walaupun sekarang semuanya dengan serba keterbatasan,
Apa masih oantas kita mengeluhkan keadaan, menyerukan #harus dirumah saja, padahal jari jemari masih saja bhagia memainkan gadget tanpa merasakan sedikit luka, bernafas dg tenangnya, tanpa harus mendengarkan ratusan Bom memecahkan gendang telinga di setiap detiknya
Dibanding kita masih saja terlena oleh kenikmatan dunia tanpa sedikit sengsara,
Bukankah itu masih berupa nikmat yang begitu besar?
Kita lupa bersyukur untuk sebuah derita,
Kita lupa mengucap nikmat dalam ujian yang belum apa apa,
Kita lupa mengucap tahmid dan tahlil sekedar untuk mengingat bhawa tidak ada nikmat yang lahir tanpa syukur yang Allah ridhoi selama ini .

Komentar
Posting Komentar