Berkenalan dengan diri sendiri.
Aku tau ini adalah satu judul yang menurut kalian random banget.
Iya, karena pada umumnya kenalan ya kepihak lainnya, bukan ke diri sendiri.
Gini gini,
Ada satu hal yang enggak banyak orang orang ketahui tentang gimana sih proses pengenalan dengan diri sendiri,
Coba deh,
Dalam sehari, berapa kali kita harus tertimbun mikirin perasaan orang orang sekitar kita,
Berapa kali kita ngegalau dan sibuk mikirin tentang pendapat orang lain,
Dan jelas jelas itu akan banyak ngehabisin waktu kita,
Dan coba analisa diri sendiri ulang,
Pernah enggak tanya kehati kita sendiri,
"Suka enggak sih aku kaya gini"
"Aku nyaman enggak ya kalau gini"
Dan sayangnya, itu jarang banget terjadi dalam diri kita,
Karena tadi, kita sibuk sama kebohongan.
Kebohongan yang buat kita sendiri lupa dengan gimana perasaan kita sebenarnya.
Padahal sekeras apapun usaha kita, bakalan tetap ada pihak lain yang nilai negatifnya diri kita, (ya padahal kita usah berjuang semaksimal mungkin biar terlihat positif) tapi memang begitu protokol kemanusiaan dijalankan.
Bakalan ada hatters berjejer diluar sana.
Jadi, sebenarnya kita sendiri yang kurang mengenali diri, kita sendiri yang justru enggak akrab dengan hati sendiri, kita sendiri yang sering banget lupa kalau ada pihak yang lebih penting diperhatiin dari pada perasaan orang lain, yaitu perasaan kita sendiri.
Padahal yang jalani semua itu kita,
Yang ada dalam posisi itu kita,
Tapi justru kita yang sering ngorbanin perasaan kita sendiri keorang lain.
Aneh memang, tapi ini tanya.

Komentar
Posting Komentar