Angin malam nyaris tak terasa dalam desahan nafas, hanya ada sedikit hembusan berhasiil mengayun pelan diatas untaian rambutku, suara anjing yang tak henti hentinya mengaung,
Entah karena apa, mereka kerap bersaut-sautan tanpa lelahnya,
Satu hal yang membuat unik anjing disini,
Mereka semua jinak.
Walaupun jumlah mereka tergolong tidak sedikit, tapi aku benar benar terkesan, tidak ada anjing liar yang berusaha mengejar atau bahkan sensitif dengan keberadaan orang asing yang datang,
Malam ini tak terlalu panas,
31 derajat celcius, cukup membuat kulitku kering,
Tapi syukurnya, tak sepanas musim panas dibulan Ramadhan kemarin,
Langitnya sangat terik, udara sangat panas hingga udara yang kami hirup pun terkadang sesak dalam nafas,
Beberapa dari kami yang tidak sanggup menahan panasnya hingga (mimisan) dan syukurnya 41 derajat saat itu hanya bertahan beberapa hari saat bulan Ramadhan,
Tak banyak yang ingin kuceritakan bagaimana keadaan malam ini,
Sebab beberapa hari terahir ini memang hanya mematuh dengan #dirumahaja karena memang tak ada aktifitas yang mengharuskan kami keluar rumah,
Dengan sedikit berbekal segelas jus semangka, dan berteman angin malam, rasanya aku sedang ingin mengabadikan moment apa yang tengah aku rasakan,
Beberapa menit lalu, aku membuka facebook yang kebetulan, memang tak sering aku kunjungi, scroll dinding2 pemberitahuan, hingga ahirnya aku menemukan akun yang membuat aku ingin kembali membukanya,
@damripasha
Itulah akun abi sekaligus sosok yang berhasil membuatku bisa sekuat dan setegar ini,
Sosok yang berhasil mengantarkan aku tepat dalam perjalanan yang panjang selama 21 tahun ini,
Entahlah,
Rasanya air mataku sedang tak ingin berlama lama dalam kantung mata, mendarat pelan diatas pipiku, hingga mengering kembali oleh angin malam,
Iya aku merindu,
Aku tengah rindu kedua sosok yang berhasil membuatku kuat diatas pekiknya dunia ini,
Aku tengah rindu sosok yang bersabar, dengan sikapku yang kerap membuat mereka kecewa dan menangis,
Sang Illahi telah merancang sedemikian rupa, memberikan dua sosok Malaikat dengan sangat sempurna,
Dan dunia semu telah berhasil mengirimkan mereka dalam sanubariku,
Pelukannya masih sangat terasa, nasehatnya masih membekas meluluhlantahkan semua ingatan yang berhasil menancap kuat dalam singgahsana hati,
Satu hal yang teringat dan terus membuatku menyesal hingga tak jarang aku membenci diriku sendiri,
Aku kerap membuat mereka menangi sejadijadinya,
Kecewa dan marah karena kesalahan yang mempelopori sikapku ini,
Jika memang denganmu aku mampu bisa membangunkan istana untuk kedua orang tuaku, maka kuatkan hidupku untuk berusaha membawanya ya allah,
Jika memang dengan tangisku, aku mampu menebus kesalahanku, maka tegarkan aku agar terus bersimbuh untuk tetap mendoakan mereka ya Allah,
Jika memang dengan peluhku, aku mampu membuat mereka bahagia, maka ridhoi umurku ya Allah,
Agar senantiasa mampu memberikan kecupan dan doa terbaik untuk membalas jasanya yang tak bisa kuucap lewat kata,
اللهم اغفرلي ولوالدي ورحمهما كما ربيان صغيرا

Komentar
Posting Komentar