Diam diam aku memperhatikan.
Bukan suka, apalagi benci.
Bukan kesal, apalagi sayang. Tidak.
Aku hanya melihat dia dari sudut pandang yang lebih dekat. Menguak semua cerita hidup yang banyak membuat mata perpikat. Sesekali aku harus mencari celah, sebab sejauh mata memandang tidak ada keburukan yang terlihat.
Dia orang baik; hal yang lumrah.
Tidak sombong.
Dia suka membantu orang yang kesusahan.
Bicaranya lembut, sesekali bercanda tapi masuk sopan dalam hati. Renyah sekali.
Wajahnya juga tidak terlalu menawan, tapi tidak buruk juga; intinya enak dipandang.
Dan tidak membosankan.
Sesekali dia melihatku dengan malu malu, entah malu atau aku yang terlalu percaya keadaan entahlah. Yang pasti sesekali kami jatuh dalam pandangan yang tidak sengaja.
Eh.. Hahaha bercanda.
Aduh, kenapa sih aku.
Sebutan manusia baik adalah hal yang lumrah.
Yang aneh adalah manusia yang mau bersikap baik walaupun dalam keadaan terhimpit.
Eh bukan aneh, tapi hebat. Wajib diapresiasi.
Yaaah intinya, jangan bosan jadi orang baik iya? Jangan bosan untuk terus bantu dan doain orang orang sekitar.
Jangan jadi orang jahat, apalagi menyebalkan.
Pliss jangaaaaaaan.
Udah ah.
Enggak ada cerita sih sebenernya yang mau aku tulis, aku cuma mau tuangin apa yang bersemayam dalam kepala. Biarin kalau aneh.
Tapi kamu lebih aneh,
Ngapain masih baca? Wkwkwkk.
Aku cape nih, baru pulang belajar terus lanjut acara di mediator.
Sekarang jam 23:49
Kenapa kamu belum tidur?
Kamu baik baik aja kan? Nggak ada masalah kan?
Uang kiriman lancar kan?🤞

Hmmm
BalasHapus