Kemenangan












 Mari kita merayakan menenangan.


Alam sudah terkontaminasi. 

Jeritan cinta yang membekas sebagai hembusan nafas abadi.

Sifatnya memabukkan. 

Tapi lebih menyedihkan jika semua ini tidak kulewati bersamamu.


Fikiranku dangkal. Hatiku terbius oleh rayuan disetiap ucapannya.

Bagaimana tidak, 

Ketika dunia menuduhku sebagai pengemis air mata, melibatkan tangisan dalam setiap cerita, mendeklarasikan bahwa aku adalah seorang pengecut.


Dia datang,

Menepis pelan, seraya berbisik

"kamu kuat dan hebat"

Aku melemah, jatuh tepat didepan kenyataan yang indah ini. 


Dan kita tak bisa beranjak segera dari persembunyian kata, permainan tawa yang menjadi waktu terindah untuk dinikmati berdua. 


Penguat, penyelamat.

Semua sudah sempurna hadir dalam dirinya.


Ah rasanya semua sudah sangat luar biasa.

Berbincang, menatapmu, lalu membiarkan hatiku berkecambuk bahagia tak terbatas.


Sejak hari itu aku berjanji

"aku ingin memilikimu, aku ingin hidup dan melayarkan cerita bersamamu. Selamanya"


Aku tidak ingin menyangkal semua hal. Aku juga tidak ingin membohongi sisi bumi manapun, bahwa aku benar mengharapkanmu.


Mungkin ini terlihat bodoh, tapi inilah yang sedang aku rasakan.


Aku percaya bahwa denganmu adalah keindahan, dan denganmu aku akan terus bersama.

Komentar