Dua minggu lagi saya akan melangsungkan sebuah acara sakral, sebuah moment dimana akan banyak merubah kehidupan saya untuk selamanya.
Saya harap saya mampu melewatinya dengan baik, dan mampu menjadi istri yang mampu mengabdi dengan ibadah terindah untuknya.
Sebut saja namanya mas aii,
Kami bertemu beberapa bulan sebelum kami melangsungkan acara pernikahan kami yang insyaAllah akan terlaksana tanggal 15 Mei 2021.
Banyak teman dan beberapa orang menganggap bahwa ini adalah sebuah jokes, dimana mereka menganggap bahwa niat kami hanya sebatas guyonan, tak kala kami mengirimkan beberapa gambar undangan dan doa untuk acara kami nanti.
Rupanya banyak yang tidak menyangka. Hahahaa
Sebenernya bukan ini yang saya akan bahas.
Saya akan membahas sebuah proses pemantapan hati dan jiwa yang telah saya pusatkan pada pemuda tersebut.
Kami berkenalan sekitar ahir tahun 2020 dimana kami hanyalah sebatas teman biasa dan layaknya seorang laki laki dan perempuan berteman, namun karena kedekatan kami menambah kepercayaan kami untuk mengenal satu sama lain, kami berfikir untuk memantapkan niat dan hati kami, dimana saat itu saya sudah berjanji dengan diri saya sendiri bahwa saya tidak akan banyak mengecewakan banyak pihak terkait hal ini.
Lambat laun, ketika awal tahun 2021 kami istikharah dan meminta restu kepada orang orang terdekat, Allah memudahkan perjalanan kami dan kami siap menanggung semua resiko yang akan kami hadapi untuk keputusan ini.
Tak sedikit dari mereka berkomentar, melihat picik, atau bahkan menilai bahwa tak lain kami hanya sedang berandai andai untuk menikmati manisnya sebuah pernikahan.
Padahal, berani mengambil pilihan menikah dengan kondisi dan umur kami sama seperti mengambil jalan lain dalam berjalan dengan teman lainnya.
Bagimana tidak, mas aii dengan umur 21 thun dan saya 23 tahun, dimulai umur kita berdua yang terlalu muda, umur kita yang berjarak 2 tahun terkadang menjadi bahan omongan. Namun, saya tidak banyak berfikir soal itu, yang saya fikirkan bagaimana saya mampu mengurangi dosa kedua orang tua saya disaat saya sudah berkali kali mengecewakan mereka, bagaimana saya mampu mengontrol perasaan saya, ketika saya sudah menemuka sosok yang tepat di hadapan saya saat ini.
Menikah bukanlah sesuatu yng menakutkan, bukan juga sesuatu yang perlu dianggap remeh. Sebab disinilah kesabaran dan tanggungjawab pilihan kita dimulai,
Ini bukan hanya tentang saya, atau mas aii.
Namun ini tentang kita semua yang suatu saat akan melangsungkan acara ini sekali dalam seumur hidup.
Berhenti memepercayai doi yang berjanji akan menikahimu, berhenti beranggapan bahwa menikah jalan yang menyeramkan, berhenti berfikir bahwa Allah tidak akan mempermudah niat seseorang.
Mari berfikir dewasa,❤
Komentar
Posting Komentar