Karya Akang Gendang


“Ini tulisan mas aii, suka so sweet gini emang dia”

Seperti hal hujan, yang selalu kau ceritakan ketika hujan turun di kota Cairo, maka layak nya seperti itu juga aku mengangumi mu, selayak nya kau menyukai bau hujan ketika menderam ke permukaan bumi, maka tak perlu kujelaskan seperti itu pula aku menyukai mu.

Menatap lebih dalam, menenggelamkan diri ku bersama kamu, ternyata sudah sejauh ini kita melangkah bersama, aku suka dirimu, mata kamu selalu bisa menenangkan segala yang gusar, pun juga dirimu berkata kepada ku bahwa aku selalu bisa membuat tenang dirimu.

Kamu pun juga terkadang orang yang tidak terlalu banyak bicara, seperti aku , kita hanya menikmati udara kota Cairo sambil saling menatap, kamu bilang
 "kenapa menatapku seperti itu"
 aku jawab tidak apa-apa, padahal dalam benak ku tergurat bahwa kamu orang yang tepat, seketika itu juga aku selalu memanjatkan doa, agar denganku saja kamu ingin menetap.

Suatu hal yang tidak pernah aku bayangi ialah tidak lagi menjalani hari-hariku bersamu, tidak lagi menjadikanmu seseorang tempat berbagi cerita, Tidak lagi menjadikanmu orang yang kucari saat terbangun sebab mimpi buruk di pagi buta, Aku benar benar tidak tahu harus membayangkan seperti apa jadi nya, sebab segala hal yang  kujalani hari ini sudah  menjadi kebiasaan denganmu, Kamu adalah segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaanku.

*Mengetahui kabar dan  memastikan kamu baik-baik saja, adalah salah  satu  cara yang membuatku tetap bahagia*

Untuk  kamu yang sedang berada di fase berjuang, aku disini hanya bisa menguatkan, aku disini hanya bisa mendoakan, sambil memenangkan hati mu yang bergusar.

Sedari kecil ayahku selalu ingin melihat aku tumbuh menjadi besar, menjadi pohon yang kuat akan gogoh, menjadi aspal jalanan yang keras tahan banting. Ayahku, lelaki yang berjuang demi ibuku dan ibunya, adalah lelaki yang ingin aku berjuang tanpa henti

Katanya ialah, cintailah perempuan seperti ibumu, yang mencintai ayah bahkan saat ayah tak tahu apa yang akan ia tuju.

Sayangilah perempuan seperti ibumu, 
yang rela belajar memasak dan bangun 
tengah malam lalu menyiapkan 
makanan untuk ayah bekerja menghidupi dirimu

Aku ingin mencintaimu , seperti ayah kepada ibumu, 
lelaki yang menemukan tujuan hidup nya selepas hilang 
arah masa lalu

Aku ingin kau mencitaiku seperti ibu kepada ayah, 
perempuan yang merelakan hidupnya hanya untuk menenangkan
hari-hari ayah

Aii
Cairo, 9 Februari 2021

“Ternyata ini catatan mas aii sebelum menikah”๐Ÿ˜‚








Komentar

  1. Selalu aku yg ingin berkomentar ๐Ÿ˜ถ

    BalasHapus
  2. Sweeeeett sekaleeee :"((
    Sakinah mawaddah warahmah ilal jannah :"))

    BalasHapus
  3. Sakinah mawaddah warahmah antil jannah :)

    BalasHapus

Posting Komentar