Cerita bermula ketika aku sama mas aii lagi sibuk banget sama jualan yang baru kita rintis.
Dibulan Agustus 2021, aku dan suami memutuskan untuk sedikit meluangkan waktu untuk jual kue kecil kecilan. Walaupun enggak terlalu banyak, tapi beneran cukup melelahkan.
Dan kita membuat satu kesalahan besar ketika memulai ini semua, yaitu lupa menjaga kesehatan.
Ketika itu alhamdulillah, pesanan kue dari teman teman lagi ramai, sampai akhirnya kita kewalahan. Rasanya sangat disayangkan kalau malam tidur tanpa memeriksa bagaimana pemasukan untuk hari itu.
Takdir berkata lain untuk setiap kejadian yang terjadi. Hingga suatu malam datang, dan kami benar benar tumbang kelelahan.
Badan terasa sangat sakit, mata berkunang. Selang beberapa jam, mas aii merintih badannya panas seketika. Dan disaat yang bersamaan badanku benar benar hilang kendali menggigil luar biasa dan diakhiri dengan suhu badan yang panas.
Kalau ingat kejadian itu sedih sekali. Sakit diwaktu yang sama dan enggak bisa berbuat apa apa.
Kejadian itu berlangsung beberapa hari, kita berdua menunda beberapa pemesanan, meliburkan diri disetiap acara, sampai kita berdua tumbang diatas kasur dengan waktu yang cukup lama.
Dibeberapa hari terkahir setelah 5 harian, mas aii sedikit pulih.
“Udah enakan, dan nggak ada nyeri” jawab mas aii. Aku bersyukur penuh hari itu.
Sampai tiba dihari jumat, aku lupa tanggal berapa.
Pagi itu aku ngerasa badanku membaik, tapi tiba tiba batukku terdengar hampir seperti orang tua yang banyak merokok. Berat, dan kuat sekali, dahaknya juga nggak seperti batuk pada umumnya. Tapi tetap, aku putuskan hari itu bersih bersih rumah dan mandi. Karna, kalau aku coba terus beraktifitas badan akan membaik.
Setelah mandi, aku nggak ngerasa lebih baik, justru badan bener2 sakit dan menggigil lagi.
Sampai dimana aku nangis karna kesakitan, dan ngeluh
“ya Allah ini kenapa” rintihku.
Aku tidur dan bangun ketika pertengahan malam, badan sakiit banget, sakit kepala hebat, tenggorokan perih dan lemes. Untuk jalan ke kamar mandi rasanya seperti lomba lari. Sampai aku sholat dengan cara duduk untuk beberapa hari.
Paginya aku ngerasa ada yang beda.
Anosmia. Aku nggak bisa cium bau apapun, ketika aku usapin minyak urut dibadanku. Ketika makan semua terasa hambar.
Tersiksa banget dengan kejadian itu.
Ada saran temen untuk makan bawang putih, dan aku lakuin sampai muntah. Enggak terasa memang bawangnya, tapi rasa pedes diujung tenggorokan yang nggak bisa dihilangin.
Sampai sekitar seminggu, beberapa rasa sakit sedikit membaik. Tapi nahasnya, batuk masih terus membersamai.
Sebenarnya aku dan suami enggak swap dan untuk memastikan hasil, karna disini untuk swab harganya sekitar 2juta. Mahal:(
Tapi dari semua yang aku rasain, temen temen bilang kalau ini adalah gejala Covid19.
Wallahu a’lam.
Sedih banget kalau ingat kejadian itu, rasanya jaga kesehatan beneran lebih penting dari semua hal.
Udah sii, gitu aja ceritaku temen-temen.
Tolong selalu jaga kesehatan, dan terus sayangi orang orang disekeliling kita, karna kita nggak tahu kehilangan seseorang bisa terjadi kapan aja.
See you next time:)

Komentar
Posting Komentar