Manusia yang berbeda

 

Sejak awal aku menginjak kehidupan yang lebih matang lagi, yaitu ketika umur aku sudah sampai dua puluh tiga tahun dan keputusan aku untuk menikah saat kuliah, ada banyak banget pertanyaan yang sering aku dapetin. 

Dan semua itu enggak lain, dari mereka yang belum mengalami fase yang aku lalui.

“yaelah, kalau kuliah itu yang fokus”

“cari cuan terus sekarang, kuliahnya gimana?”

“itu si dia, udah menikah tapi masih bisa fokus belajar lho” 

Dan masih banyak lagi, sejuta (komentar) orang orang yang belum mengerti betul tentang keadaan orang lain.

Sebenarnya kadang aku bisa worry-free selama pertanyannya enggak berlebihan, tapi sayangnya enggak sedikit juga mereka yang terganggu ketika usahanya justru diadu nasib-kan dengan orang orang yang ada disekelilingnya.

Padahal kita semua faham, kalau manusia bukan terlahir menjadi seorang Rafatar, yang  kekayaannya sering enggak masuk akal. 

Tapi nyatanya, dibumi ini ada banyak banget perbedaan keadaan manusia. Ada si kaya dari yang uangnya enggak habis habis, ada si paling disayang keluarga, jadi semua kemauannya diturutin, yang sebenarnya ayah ibunya sampe banting tulang untuk mencari nafkah. Ada yang kaya tapi kurang kasih sayang, ada yang serba kekurangan, bahkan harus dituntut untuk memenuhi ekonomi keluarga padahal masih kuliah. Dan masih banyak banget keadaan orang orang disekeliling kita yang enggak bisa dijelasin dari sebatas apa yang kita lihat.

Setiap manusia punya jalan hidup yang berbeda, punya tujuan dan goals yang enggak bisa disama-ratakan. So pliz, hargai apa yang orang lain lakuin saat ini tanpa harus menyakiti.

Komentar