si kaya yang kuat


Ketika hasrat seorang manusia telah sampai pada titik tertinggi, dia akan lupa bagaimana cara memperlakukan manusia disekelilingnya, dia akan menjadi sosok yang penuh dengan rasa arogansi, lupa akan seperti apa arti hidup yang sebenarnya.

Bruakkk,,,,,

Pengendara tremco ( semacam mobil angkot di Mesir) terbangun segar, ketika mendengar suara bemper mobil tuanya menabrak pengendara mobil yang ada didepannya. Panik seketika, rasa kantuk hilang berganti rasa cemas. 

Dia adalah seorang laki laki tua yang bekerja sebagai sopir angkutan umum, umurnya sekitar lima puluhan tahun.

Ia sempat mengantuk ditengah perjalanan, tidak ada waktu baginya istirahat, walaupun matanya sudah setengah sadar. Yang harus ia lakukan adalah, membawa penumpang agar selamat sampai tujuan dan membawa sedikit rezeki untuk anak dan istri dirumah.

Ia terus mengelus dada, mulutnya tak berhenti berdzikir memuji Rabb-Nya berharap tidak terjadi apapun saat itu. 

Seorang laki laki muda turun dari mobil sedan berwarna hitam kecoklatan yang berada persis didepannya. Sepatunya hitam mengkilap, mungkin saja baru disemir, jas nya hitam menyala, tak ketinggalan kacamata yang senada dengan pakaiannya yang sudah pasti bahwa dia adalah pemuda kaya raya. 

Wajahnya tegap, siap memaki bapak tua yang sedang ketakutan duduk dikursi supirnya. Ia menoleh dibagian belakang mobilnya, yang jelas tidak ada goresan sedikitpun, tapi entahlah wajahnya memerah siap membela kebenaran.

“Apa yang anda lakukan pak?” nadanya tinggi.

“Mobil saya hampir saja rusak karena anda” bentaknya sekali lagi.

Si bapak tua turun dari mobil dan segera menundukkan kepala, tangannya terus meminta maaf tanpa henti. Ketakutannya semakin terlihat ketika melihat pemuda tersebut terus memaki tak henti. 

“Apakah anda akan mengganti rugi jika mobil saya rusak”

“Jangan menyetir sesuka hati anda”

Tak ada kesempatan si bapak tua angkat bicara, pemuda tersebut terus membentak tanpa henti, sementara si bapak tua terus menunduk, tak berani mengangkat wajahnya sedikit pun, mungkin ia sadar bahwa dirinya benar benar tidak berdaya saat itu.


--

“gila, enak ya jadi orang kaya, bisa hidup bebas”

“padahal mobilnya tidak tergores sedikit pun, itu suara keras mungkin bemper mobil bapaknya sudah jelek”

“wah parah, mentang mentang kaya, tidak punya etika kepada orang tua”

Penumpang mobil bus yang melewati kejadian tersebut hanya mampu bersuara dibalik kaca, menyaksikan kejadian memilukan antara seorang yang kaya dan supir angkutan umum. 

Mereka terus memaki dalam kejauhan, mengapa pemuda tersebut tidak bisa bersikap sedikit lebih sopan, setidaknya ia sebagai orang yang lebih mampu dalam finansial bisa lebih mengerti dengan apa yang dilakukan orang orang disekelilingnya.


Ini adalah cerita kisah yang aku alami ketika dalam perjalanan kesuatu tempat.

Komentar