kenangan 24 juni 2024

 





kenangan 24 juni 2024


Sekarang lagi musim panas, musim yang paling nguras tenaga dan fikiran kalau lagi jalanin apapun. Musim yang sering buat aku lebih bersyukur lagi karena masih dikasih nikmat sama Allah yang luar biasa ini.


Ini jam 23.55 malam, aku berencana nulis kenangan malam ini karena ini adalah hari terahir aku berada rumah yang udah nemenin aku selama tiga tahun ini. Yaah, karna aku bakalan pindah rumah


Rasanya campur aduk sih, enggak tau kenapa rasanya berat banget ninggalin rumah yang penuh sama kenangan, rumah dimana jadi saksi aku berjuang diawal pernikahan aku sama ai, rumah yang sering banget jadi salah satu alasan aku bersyukur karena ada banyak banget temen yang beberapa kali pindah rumah buat nemuin rumah yang senyaman ini.


Ini adalah rumah yang stabil banget kalau dibanding sama rumah rumah lainnya, harga sewanya lumayan murah, cuma sekitar duaribu delapan ratus pound, itu udah termasuk sama air listrik, jadi beberapa kali aku baking jualan kue dengan listrik gede disini aman banget, belum lagi pemakaian ac kulkas mesin cuci dan lain lain, jadi ini irit banget untuk aku yang lagi mulai proses bangun usaha kecilku.


rumah ini juga tergolong rapi, catnya bagus dan bersih, enggak ada kutemuin cat yang terkelupas, kabel semerawut, air yang enggak lancar, atau apalah masalah masalah rumahan lainnya, semua aman banget, 

tapii kendalanya disini juga enggak kalah banyak,


Sebelumnya, aku mau cerita tentang keadaan malam ini, dimalam yang gelap gulita, tapi berisik dan enggak sunyi, karena biasalah, ada suara ribut ribut dari tetangga yang lagi berantem, dan suaranya keras banget, ini selalu terjadi hampir setiap penghujung malam, hampir setiap hari,


Sejak musim panas tiba, di Mesir sering banget ada jadwal mati lampu, kaya malam ini.


ini adalah jadwal mati lampu kedua di hari ini, pertama dari jam dua siang sampai jam lima sore, dan mulai lagi dari jam setengah sepuluh sampai sekarang masih berlanjut.

Rumahku ada dilantai delapan, rumah paling tinggi yang langsung beralaskan langit. Sebenearnya pemandangannya asyik, ada Qal'ah langsung, bisa liat tower sungai Nile, dan bisa lihat Al-azhar Park, belum lagi, rumah ini super panas, yang sering banget ganggu aktifitasku kalau musim panas kaya gini.

Soalnya sekalinya ngelakuin sesuatu, pasti bakalan langsung banjir keringat.


rumah yang ada paling tinggi kaya gini, dindingnya langsung kepapar sinar matahari, atasnya nyimpan panas yang awet sampai tengah malam, satu satunya cara yang bisa bantu untuk aku bertahan adalah AC, tapii kalau mati lampu berkepanjangan kaya gini, nothing to do, aku enggak bisa aktifitas apa apa, gelap gulita, air mati, internet mati, semuanya jadi terbatas;(


bahkan ai yang dari tadi diluar enggan untuk balik kerumah, dia nunggu tiga jam diluar sampai listrik hidup lagi. soalnya kalau nekat balik dalam keadaan kaya gini , mau enggak mau harus naik tangga 8 kali, belum lagi gelapnya tangga, juga lumayan ngeri sih.


Oiya, ahir ahir ini aku lagi sibuk banget jualan kue diluar hari kuliah, pesanan ramai banget dan banyak yang suka, sampai aku beraniin diri untuk buka lowongan kerjaan untuk bantu bantu penjualan aku.

Terus, karena kendala untuk akses kesini, karna aku tinggal dirumah ini, jadi aku putuskan buat pindah rumah, aku pindah kekawasan yang lebih tenang, rumah yang ada dilantai satu, rumah yang strategis untuk pengantaran kue, rumah yang lebih besar dan pastinya enggak sepanas disini.

Tapi harga sewanya juga enggak main main, tiga kali lipat dari harga sewa dirumah ini. Hahahhaaa, nekat banget emang!


Bismillah, walaupun entah giamana nanti cara bayarnya, aku cuma bisa yakinin, kalau semuanya bakaln berjalan dengan lancar, dan semuanya bakalan aman aja.


So ya, aku bakalan banyak update untuk cerita kedepannya, so stay tune!




Komentar